Selasa, 04 Oktober 2011

ASAL USUL KERINCI

ASAL USUL ORANG KERINCI

Dari bukti2 sejarah dapat diketahui bahwa orang Kerinci berasal dari Ras Melayu, spesifiknya PROTO MELAYU (MELAYU TUA) yang bermigrasi ke Pulau Sumatera dan Nusantara sebelum gelombang migrasi DEUTRO MELAYU (MELAYU MUDA), Ada beberapa teori migrasi Ras Melayu yang di paparkan oleh para ahli antropologi dan arkeologi dan ahli sejarah yang sampai saat ini masih diperdebatkan.
Menurut para pakar, pada waktu kedatangan Proto Malaiers (Melayu Tua) ke Alam Kerinci, di daerah ini sendiri telah didiami oleh manusia. Para ahli memberi istilah " Manusia Kecik Wok Gedang Wok". dari mana asal usul manusia Kecik Wok Gedang Wok, belum ada para pakar yang bisa memastikannya. Istilah Kecik Wok Gedang Wok dipakai karena masyarakat itu belum mempunyai nama panggilan, sapaan diantara sesamanya hanya dengan menggunakan sebutan "Wok". kehidupan masih primitif, mereka penghuni goa-goa dan tebing2 batu.
Kapan datangnya Kecik Wok Gedang Wok ke wilayah Alam Kerinci ?...
dan darimana asalnya masih di perdebatkan para ahli, namun yang jelas mereka merupakan penduduk pertama disini. Dalam perjalanan sejarah, Kecik Wok Gedang Wok telah mengalami percampuran dengan penduduk2 yang datang kemudiannya, termasuk percampuran dengan Ras Melayu Tua dan Ras Melayu Muda, sehingga saaat ini tidak ditemukan lagi orang Kecik Wok Gedang Wok yang berdarah murni (asli). Manusia Kecik Wok Gedang Wok diperkirakan telah menghuni Kerinci semenjak 10.000 Tahun yang silam.

Perjalanan kehidupan nenek moyang orang Kerinci berkembang dengan cepat, diantaranya menyebar mencari daerah2 baru kesebelah selatan Kerinci Tinggi, yaitu daerah Serampas, Sungai Tenang, Muara Siau dan Jangkat. Sebagian lainnya migrasi ke Kerinci Rendah; daerah sekarang yang disebut Sungai Manau (Tanah Renah), Lubuk Gaung dan Nalo Tantan.
Penyebaran Orang Kerinci bahkan samapai ke daerah Koto Baru (wil.Sumatera Barat paling Selatan). Demikian pula halnya komunitas orang Kerinci yang ada di Serampas, Sungai Tenang, Muara Siau dan Jangkat, sebagian ada yang berpindah dan menetap di daerah sepanjang aliran Sungai Batang Limun, Batang Asai dan daerah Sarolangun. Di daerah Muara Bungo dan Sarolangun mereka membentuk persekutuan masyarakat adat sendiri. Walaupun mereka tidak berada dalam wilayah Alam Kerinci secara geografris, namun hubungan dengan daerah asalnya tetap terjalin baik. Komunitas ini menamakan dirinya dengan " ORANG BATIN".

Kebudayaan dan adat istiadat orang batin banyak persamaan dengan orang Kerinci Tinggi, termasuk dalam hal ciri-ciri fisik. Kesamaan itu karena mereka berasal dari keturunan Nenek Moyang yang sama. Orang Batin sendiri pada Musyawarah Adat Kabupaten Sarko Tahun 1969 mengatakan tentang asal usulnya, dalam Seluko Adat (pepatah adat) : " Pucuk adalah induk segalo Batin ". Pucuk artinya daerah diatas, yaitu daerah yang lebih tinggi yaitu Kerinci Tinggi.


ASAL USUL NAMA KERINCI

Kata " Kerinci " diperkirakan baru dikenal orang sekitar awal Tahun Masehi. Kepastian tentang asal usul nama "Kerinci" memang sulit untuk dijawab dan sampai sekarang masih di perdebatkan banyak kalangan. Karena ada berbagai macam versi pendapat tentang itu, dengan argumentasi yang bermacam-macam pula. Tapi kita tidak usah larut dengan polemik itu.

Sebutan kata Kerinci dalam masyarakat Kerinci sendiri diucapkan dengan dialek yang berbeda, yang merupakan pengaruh dialek masing-masing bahasa tiap-tiap dusun, suku atau kalbu/ komunitas masyarakat yang berbeda. Memang di daerah Sakti Alam Kerinci kaya akan dialek bahasa. Lain Dusun/Desa/Koto, lain pula dialek bahasanya. Pada prinsipnya bahasanya hampir sama, hanya dialek saja yang sedikit berbeda. namun ada juga kosa kata tertentu yang memang penyebutan dan dialeknya berbeda jauh.

Orang Sungai Penuh, Pondok Tinggi, Dusun Baru, Hamparan Rawang, Koto Lanang, Tanjung Pauh dan sekitarnya menyebut kata Kerinci dengan sebutan : KINCAI
Orang Semurup, Siulak dan sekitarnya menggunakan kata : KINCI
Orang Kerinci Hilir (P.sangkar, Lempur, Tamiai) menggunakan kata : KRINCI
Orang MinangKabau ada yang menggunakan kata : KURINCI

Berikut beberapa versi pendapat tentang asal usul nama " Kerinci " yang dikenal dengan julukan : SEKEPAL TANAH YANG TERCAMPAK DARI SURGA atau sering juga orang menyebut TANAH SERAMBI MADINAH

* Sebuah legenda mengatakan bahwa nama Kerinci berasal dari kata " KUNCI ", yang mengkiaskan daerah ini berada dalam kondisi geografis yang terkunci, dimana dikelilingi oleh bukit barisan yang berlapis-lapis dengan medan yang sulit untuk menembus daerah ini pada zaman dahulu, seolah daerah ini tertutup untuk akses keluar (terkunci).

* Sebagian orang ada yang berpendapat asal nama Kerinci dari keadaan geografis Kerinci yaitu yang " Kering-kering Cair". dimana pada musim penghujan sebagian daerah kerinci terendam banjir akibat meluapnya air sungai dan danau kerinci, sebaliknya pada musim kemarau iklim menjadi kering.

* Sebagian berpendapat, kata Kerinci berasal dari bahasa India kuno (Tamil) yang berarti perbukitan atau pegunungan. Orang Tamil dari India Selatan pada masa Kerajaan Mahenjodaro dan Harappa (lebih kurang 3000 thn SM) mengenal baik daerah Kerinci sebagai penghasil Kemenyan, Cempaka, Kayu Sigi (Pinus), dsb


ASAL USUL PEMUKIMAN NENEK MOYANG ORANG KERINCI

Nenek Moyang orang Kerinci selalu membuat pemukiman pada daerah-daerah yang subur, yang sering disebut ; Talang, Dusun, Koto. Perkembangan pemukiman ini diperkirakan terjadi pada Zaman SIGINDO.Pada masa Sugindo perkembangan kehidupan masyarakat sudah jauh lebih maju, mereka sudah mulai hidup menetap.
Mengacu pada tempat penemuan benda-benda peninggalan sejarah, maka diketahui pemukiman-pemukiman yang pernah dibuat nenek moyang pada zaman dulu diantaranya terletak di:

1. Disekitar Gunung Masurai, Danau Depati Empat (Danau Besar), Danau Pauh. Diperkirakan daerah-daerah ini merupakan Lokasi Dusun Purba; Renah Punti, Talang Menggala, Muara Penon, Durian Tinggi dan Sungai Kuyung. Kelima Dusun itu diperkirakan berada disekitar daerah Serampas dan Sungai Tenang Kecamatan Jangkat. dan disekitar daerah itu diperkirakan juga terdapat Dusun Purba Koto Mutun, Renah Lipai Tuo, Pelegai Panjang, yang berada dalam Kecamatan Muara Siau.

2. Disebelah Selatan Danau Kerinci sekitar Dusun Muak sekarang, terdapat dusun purba Jerangkang Tinggi.

3. Disebelah tepi Barat Danau Kerinci sekitar Dusun Jujun dan Benik sekarang.

4. Di dataran Tinggi diatas kota Sungai Penuh, diantara Bukit Mejid dan Bukit Koto Tinggi, disekitar daerah Koto Pandan sekarang.

5. Disekitar perbukitan diatas Dusun Kumun sekarang

6. Disekitar perbukitan diatas Sungai Liuk, diperkirakan tempat dusun purba Koto Bingin

7. Disekitar perbukitan diatas Simpang Belui dan Semurup, diperkirakan tempat dusun purba Koto Limau Sering.

8. Disekitar Hiang diperkirakan terdapat dusun purba Koto Jelatang.

Banyak dusun yang terbentuk secara bertahap dalam selang waktu yang cukup lama, sebagai contoh :

1. Dari Dusun Purba JERANGKANG TINGGI berkembang Dusun Pulau Sangkar, Sanggaran Agung, Jujun, Pulau Tengah dan Pengasi.

2. Dari Dusun Pulau sangkar kemudian pindah ke utara berkembang Dusun Lekuk 33 Tumbi yang kemudian menjadi Dusun Terutung, sebagian berpindah ke arah barat melahirkan dusun Lekuk 50 Tumbi atau Dusun Lempur sekarang. Dari dusun Pulau sangkar berkembang Dusun Pondok, Muak, Lolo, Lubuk Paku, Keluru, Semerap.

3. Dari Dusun Sanggaran Agung berkembang menjadi Dusun Tanjung Pauh Mudik, Pondok Siguang, Tanjung Pauh Hilir, Talang Kemulun.

4. Dari Dusun Pengasi berkembang menjadi Dusun Pulau Pandan, Pendung Talang Genting, Tebing Tinggi, Seleman, Tanjung Batu, Pidung. Untuk Seleman sebagian penduduknya berasal dari Dusun Purba Koto Jelatang.

5. Dari Dusun Pulau Tengah berkembang menjadi Dusun Koto Tuo dan Koto Dian.

6. Dari Dusun Jujun berkembang menjadi Dusun Benik.

7. Dari Dusun Siulak Mukai di Tanah Sekudung, berkembang menjadi Dusun Mukai Mudik, Mukai Tengah, Mukai Ilir, Siulak Gedang, Siulak Panjang, Lubuk Nagodang, Siulak Kecik, Siulak Tenang, Tanjung Genting, Koto Kapeh, Sungai Pegeh, Dusun Baru, Sungai Labu.

2 komentar:

  1. trima kasih atas post,ingin bertanya apakah ciri2 orang yg asal keturunannya dari kerinchi...mungkin saja boleh dterangkan melalui warna kulitnya,susuk tubuhnya,atau ciri2 lain

    BalasHapus
  2. terima kasih penjelasan tentang kerinci
    "kenapa org kerinci zaman dahulu dibilang sangat sakti mandraguna, kenapa sekarang tidak ada org yang sakti mandraguna dan tidak ada org manapun bisa mengalahkan saktinya alam kerinci"...

    BalasHapus